Syi’ah Bukan Islam

Syi’ah (syiah) bukan Islam. Penganut syi’ah juga bukan Muslim, sebagaimana Ahmadiyah yang juga bukan Muslim. Syiah punya keyakinan dan kitab suci tersendiri, meski sama-sama mengaku beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad.

Berikut ini penjelasan Syiah Bukan Islam yang ditulis Peneliti Syiah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya dalam 35 poin:

1. #SyiahBukanIslam – Sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita pahami bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Istna Asyariah. Bukan Zaidiyah.

2. #SyiahBukanIslam – Syiah Itsna Asyariyah adalah syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas di dunia. Yang menguasai Iran. Baca lebih lanjut

Hukum Nikah Siri dalam Islam

Nikah Siri adalah nikah secara diam-diam atau dirahasiakan. Kata Siri berasal dari bahasa Arab, Sirr, yang artinya rahasia.

Dalam kamus bahasa Indonesia, siri artinya (1) sistem nilai sosiokultural kepribadian yang merupakan pranata pertahanan harga diri dan martabat manusia sebagai individu dan anggota masyarakat dalam masyarakat Bugis; (2) keadaan tertimpa malu atau terhina dl masyarakat Bugis dan Makassar.

Masyarakat memahami Nikah Siri sebagai sebuah pernikahan yang tidak dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA) alias “nikah di bawah tangan”. Keberadaan nikah siri dikatakan sah secara agama, tapi tidak sah menurut hukum positif (hukum negara). Baca lebih lanjut

Komunikasi Dakwah

Komunikasi Dakwah adalah proses penyampaian pesan-pesan dakwah. Dakwah sendiri sebenarnya sebuah komunikasi karena dakwah artinya mengajak atau ajakan. Dalam literatur komunikasi, dakwah termasuk komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang mengajak orang lain agar berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu.

Kunci Sukses Komunikasi Dakwah

Untuk mencapai keberhasilan dalam komunikasi dakwah, tentunya sarana, bekal dan metode harus dipenuhi seorang dai. Seorang dai yang jujur, ia dituntut untuk memiliki: Baca lebih lanjut

Dasar-Dasar Islam untuk Pemula

Dasar-Dasar Islam untuk Pemula. Blog baru berisi kumpulan artikel keislaman yang menerangkan dasar-dasar ajaran Islam untuk pemula. Cocok bagi pemula bagi yang ingin mendalami ajaran Islam. Alamat URL-nya http://inilahrisalahislam.blogspot.com/

Blog INILAH ISLAM ini berisi Kamus Islam, Mutiara Hikmah, Konsultasi Islam, Memahami Islam, dan lain-lain. Silakan langsung menuju Blog INILAH ISLAM. Baca lebih lanjut

Pantangan Lisan Seorang Muslim

LIDAH (lisan) “hanyalah” segumpal daging tak bertulang. Namun, ia bisa lebih tajam dari pedang ketika sang lisan mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain.

Sebenarnya apa saja yang membuat lidah itu berbahaya bagi manusia? Yang jelas bukan karena lidah sapi yang terkena antrax dimakan manusia, tapi banyak perkataan yang diucapkan oleh lidah manusia sehingga dapat membuat sang pemilik lidah tersebut celaka! Dalam surat An-Nuur ayat 24 Allah SWT Berfirman:

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Di akhirat kelak kita akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan perkataan kita. Jadi, jangan sampai lidah kita mengucapkan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dusta
Dalam Surat Al-Araf : 40 Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.”

Sesuatu yang Tidak Berguna
Rasulullah SAW bersabda : Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna (tidak ada manfaatnya)” (HR. Ahmad & Ibnu majah)

Membicarakan Semua yang Terdengar
Abu hurairah r.a menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim).

Bertikai Sekalipun Ada di Pihak yang Benar dan Dusta sekalipun Bercanda
Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud Rasulullah berkata “Aku adalah penjamin seuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan), sekalipun ia benar, dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda”.

Perkataan yang Jorok
“Seorang mukmin itu pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya” (HR. Bukhari)

Ghibah (Menggunjing)
Allah SWT dengan tegas melarang kiat untuk Ghibah dalam surat Al-hujurat ayat 12, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”.

Mengolok-Olok
Masih di surat yang sama di ayat sebelumnya, Allah SWT berfirman
“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.”.*