Komunikasi Dakwah

Komunikasi Dakwah adalah proses penyampaian pesan-pesan dakwah. Dakwah sendiri sebenarnya sebuah komunikasi karena dakwah artinya mengajak atau ajakan. Dalam literatur komunikasi, dakwah termasuk komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang mengajak orang lain agar berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu.

Kunci Sukses Komunikasi Dakwah

Untuk mencapai keberhasilan dalam komunikasi dakwah, tentunya sarana, bekal dan metode harus dipenuhi seorang dai. Seorang dai yang jujur, ia dituntut untuk memiliki:

  1. Pemahaman terhadap Islam berlandaskan ilmu sebelum beramal. Mencakup bidang aqidah dan memelihara hubungan ruhiyah. Mampu memahami tujuan hidup dan eksistensinya di tengah-tengah manusia dan tidak hanya fokus kepada satu persoalan di dalam Islam.
  2. Memiliki keimanan yang tidak mandul.
  3. Menjaga komunikasi intern antara dia dan Sang Pencipta dalam segala urusan.

Dengan bekal di atas seorang dai tidak akan mudah untuk menjual diennya, bahkan tidak akan terbesit untuk ditukar dengan kekafiran ataupun patah semangat dalam berdakwah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةٌ لاَ تَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ. فَحَدِّثُوْنِيْ مَاهِيَ ؟ فَوَقَعَ النَّاسُ إِلَى شَجَرِ الْبَوَادِيْ. قَالَ أََبُو هُرَيْرَةَ: وَوَقَعَ فِيْ نَفْسِيْ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ ثُمَّ قَالُوا: حَدِّ ثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُوْلُ اللهُ. قَالَ : هِيَ النَّخْلَةُ.

“Di antara nama pohon ada satu pohon yang tidak jatuh pelepahnya, hal itu ibarat seorang muslim, coba katakan pohon apakah itu!? Maka manusia pun menerawang ke nama pohon yang tumbuh di lembah.” Abu Hurairah berkata, “Di dalam hati saya terbesit bahwa yang dimaksudkan adalah pohon kurma, namun saya merasa malu untuk mengatakannya.” Kemudian para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah katakanlah pada kami pohon apakah itu?” Beliau menjawab, “Itulah pohon kurma”.

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah dai yang mampu dan berhasil dalam mengomunikasikan ajarannya. Sehingga ketika ada wahyu atau pesan lain yang beliau sampaikan, senantiasa ada reaksi positif yang timbul. Dari cerita di atas, dapat kita ambil pelajaran sebagai contoh praktek riil tentang bagaimana berkomunikasi.

  1. Ketika beliau akan menjelaskan suatu masalah, sesekali beliau mengambil sebuah permisalan agar pemahaman yang mereka tangkap dapat lebih dalam.
  2. Beliau melukiskan makna wahyu yang turun atau sebuah tema lain dengan sesuatu agar lebih kuat tersimpan dalam ingatan (baca mudah diingat).
  3. Dengan melontarkan pertanyaan kepada pendengar, hal itu akan melatih ketajaman berpikir, dalam menganalisa sebuah masalah yang dihadapi.

Metode lain yang beliau gunakan adalah tidak menyampaikan pesan kecuali pada saat yang tepat sesuai dengan kondisi psikologi para sahabat, sehingga mereka tidak mengalami kejenuhan dan putus asa. Hal serupa juga dicontohkan oleh sahabat Abdullah bin Mas’ud ketika orang banyak menunggu-nunggu beliau untuk keluar memberikan nasihat, namun beliau tidak keluar dengan segera dan memenuhi keinginan mereka karena beliau khawatir akan bosan dan tidak mampu merespons pesan tersebut karena terlalu seringnya mendapatkan petuah.

Komunikasi Dakwah Efektif

Sebagai solusi untuk memudahkan seorang dai menyampaikan pesan. Sebenarnya banyak cara untuk berkomunikasi dengan baik, di antaranya adalah hal berikut ini:

  1. Komunikasi yang ampuh adalah datang dari kekuatan dalam. Jangan mencoba menguasai orang lain secara paksa.
  2. Bergaullah dengan setiap orang dalam pekerjaan, perkemahan atau kelompok Anda, dan kurangnya waktu bukanlah alasan yang tepat.
  3. Gunakan waktu istirahat anda untuk bertemu dengan orang yang berbeda. Rencanakan untuk makan bersama dengan orang lain. Anda akan membina hubungan yang sangat berarti dengan setiap orang dengan waktu yang singkat.
  4. Jangan menunggu yang datang lambat dalam suatu pertemuan. Jika anda lakukan itu, sama halnya anda mengajarkan pada mereka bahwa terlambat adalah boleh-boleh saja, demikian juga menghukum orang yang lebih awal
  5. Uraikan dengan kata-kata sendiri pesan yang anda dengar untuk memastikan penyampaian dan penerimaan yang tepat.
  6. Ingatlah, semakin banyak yang kita pahami, semakin banyak yang dapat kita atur dan semakin kurang kita memahami semakin banyak kita memanipulasi.
  7. Setelah itu kita sampailah pada tahap penafsiran, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah mengajarkan kepada kita agar mencari tujuh puluh alasan perlakuan buruk orang lain, dan jika sekiranya tidak ada satu alasan pun yang betul, mungkin ada tafsiran yang belum kita ketahui. Maknanya, kita dilarang untuk berprasangka buruk kepada saudara semuslim. Tujuannya agar kita tidak dengan mudah menimpakan keburukan kepadanya, padahal kita tidak mengetahui apa sebenarnya yang membuat dia melakukan perbuatan itu.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: