Pantangan Lisan Seorang Muslim

LIDAH (lisan) “hanyalah” segumpal daging tak bertulang. Namun, ia bisa lebih tajam dari pedang ketika sang lisan mengeluarkan kata-kata yang menyakiti orang lain.

Sebenarnya apa saja yang membuat lidah itu berbahaya bagi manusia? Yang jelas bukan karena lidah sapi yang terkena antrax dimakan manusia, tapi banyak perkataan yang diucapkan oleh lidah manusia sehingga dapat membuat sang pemilik lidah tersebut celaka! Dalam surat An-Nuur ayat 24 Allah SWT Berfirman:

“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Di akhirat kelak kita akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan perkataan kita. Jadi, jangan sampai lidah kita mengucapkan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dusta
Dalam Surat Al-Araf : 40 Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.”

Sesuatu yang Tidak Berguna
Rasulullah SAW bersabda : Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna (tidak ada manfaatnya)” (HR. Ahmad & Ibnu majah)

Membicarakan Semua yang Terdengar
Abu hurairah r.a menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim).

Bertikai Sekalipun Ada di Pihak yang Benar dan Dusta sekalipun Bercanda
Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud Rasulullah berkata “Aku adalah penjamin seuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan), sekalipun ia benar, dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda”.

Perkataan yang Jorok
“Seorang mukmin itu pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya” (HR. Bukhari)

Ghibah (Menggunjing)
Allah SWT dengan tegas melarang kiat untuk Ghibah dalam surat Al-hujurat ayat 12, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”.

Mengolok-Olok
Masih di surat yang sama di ayat sebelumnya, Allah SWT berfirman
“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.”.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: