Gereja Papua ‘Marah’ atas Pengesahan RUU Pornografi

warnaislam.com — Sejumlah pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja Kristen dari lima Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat mendatangi DPR untuk menyatakan penolakannya terhadap pengesahan RUU Pornografi. Pimpinan dari 40 denominasi gereja untuk menemui Ketua DPR Agung Laksono.

Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, mereka menyatakan sikap penolakannya terhadap pengesahan RUU Pornografi. Mereka menilai pengesahan RUU itu bisa merusak kebhinekaan yang selama ini terbangun di Indonesia. “Kami dengan ini menyatakan menolak undang-undang RI tahun 2008 tentang pornografi,”ujar Sekretaris rombongan Filep Mayor.

Mereka pun mengancam keluar dari NKRI jika tuntutannya itu tida dipenuhi. Ketua rombongan, Andrikus Mofu berpendapat ancaman memisahkan diri dari NKRI ini merupakan bargaining politik terhadap kebijakan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia terkait pengesahan undang-undang pornografi.

“Ini adalah bargaining politik kita terhadap pemerintah terkait disahkannya RUU pornografi. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, pihaknya akan mengadukan hal tersebut ke dunia Internasional. Jika tidak, kami akan menyatakan aspirasi ke dunia internasional, guna keluar dari Republik Indonesia,”tandas Andrikus.

Dalam kesempatan itu Ketua DPRD Provinsi Papua Barat Jimmy Demiongus Ijie juga menjelaskan sejarah peranan gereja terhadap kembalinya Papua Barat ke Indonesia. Sehingga, suara gereja adalah bagian penting dari aspirasi keseluruhan masyarakat Papua. “Gereja telah memainkan peran penting dalam pengembalian Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi. Jika gereja memilih keluar, siapa yang bisa menahan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Agung menagatakan, sosialisasi harus segera dilakukan oleh pemerintah agar dapat mengurangi dampak-dampak negatif dari kurangnya pemahaman masyarakat tentang isi UU Pornografi tersebut.

“Kami minta pemerintah untuk mengamankan UU tersebut terhadap ekses-ekses yang negatif sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, ketersinggungan dan hal-hal yang sifatnya politisasi terhadap hal-hal tersebut,” tutur politisi Partai Golkar ini.

Dikatakan, akibat kurangnya pemahaman dan sosialisasi bisa saja ada hal-hal yang dianggap bertentangan dalam UU Pornografi itu. Mungkin saja ada hal-hal yang diangap tidak sejiwa, tapi sebenarnya sudah diakomodasi pada undang-undang tersebut. “Apapun juga aspirasi yang berkembang saat ini akan ditampung untuk ditindaklanjuti,”kata Agung. (warnaislam.com).*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: