Menangkap Produk Unggulan Bulan Ramadhan

* Taushiyah Ramadhan Pusdai Jabar

PADA bulan Ramadhan Allah SWT telah menawarkan produk-produk unggulan kepada kita, berupa rahmat dan ampunan-Nya, serta menjauhkan kita dari api neraka. Jika kita mampu mencermati dan menangkapnya secara cerdas tentang tawaran-tawaran itu, maka hal ini akan menjadi pertanda bahwa kita mendapat keunggulan di sisi Allah SWT. Produk-produk unggulan tersebut bukanlah barang gratis yang diberikan kepada siapa saja, akan tetapi untuk mendapatkan semua itu, dibutuhkan perjuangan dan kesabaran untuk dapat meraihnya secara optimal.

Pertama, rahmat Allah. Untuk mendapatkan rahmat-Nya, kita harus terlebih dulu menebar kasih sayang kepada sesama dan lingkungan. Rahmat Allah akan dapat kita raih melalui berdoa dan bermunajat kepad Allah, tapi yang tidak kalah pentingnya, kita berusaha untuk membagi-bagi rahmat dan kasih sayang yang ada pada diri kita kepada sesama dan alam lingkungan, dalam bentuk kegiatan berdimensi sosial dan natural. Allah tidak akan memberikan rahmat dan kasih sayangnya kepada seorang hamba, jika hamba itu tidak memberikan kasih sayang terhadap sesamanya. Selain itu, kita juga harus menjaga alam lingkungan sekitar.

Kedua, ampunan Allah (maghfirah). Ampunan itu akan dapat kita raih, jika kita secara terus-menerus memohon kepada-Nya dengan memperbanyak tobat dan istighfar. Namun yang tidak kalah pentingnya, untuk mendapatkan ampunan itu, kita pun harus mau memaafkan orang lain. Sejauh mana kita mampu membuka dada selebar-lebarnya, untuk memberi dan meminta maaf kepada orang lain atas dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat kepada mereka. Allah tidak akan mengampuni dosa seorang hamba, jika si hamba itu masih menyimpan dendam dosa kepada sesamanya.

Jika kedua aspek itu sudah dapat kita raih dengan sukses, maka sebagai konsekuensi logis, janji Allah akan menjauhkan apio neraka dari kita, akan segera terbukti. Artinya, api neraka mana yang berani menyentuh diri seorang hamba, jika si hamba telah jelas menjalin hubungan baik dengan sesamanya. Karena, bibit buit cikal bakal api neraka menyentuh diri manusia, jika manusia itu retak hubungannya dengan ALlah dan putus komunikasi dengan sesamanya, serta tidak mengindahkan hubungan dengan alam sekitar.

Tugas kita sekarang adalah berusaha sekuat tenaga untuk memanfaatkan peluang emas dalam rangka prestasi dan prestise kita di hadapan Allah. Karena, tidak ada jaminan bahwa kita akan sampai lagi kepada bulan Ramadhan berikutnya.

Demikian refleksi Ramadhan dengan harapan kita senantiasa dapat mengkhidmatinya dengan penuh keimanan, keikhlasan, sehingga ibadah Ramadhan kita menjadi benteng pengokoh kesucian diri kita di sisi ALlah SWT. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan.

Bandung, 28 Agustus 2008
Pudai Jabar
ttd.

Drs. KH Zaenal Abidin, M.Ag
Ketua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: