‘Mari kembali ke Ajaran Islam’

UMAT Islam Indonesia memang sudah lepas dari penjajahan, yakni penjajahan secara politik-militer. Namun, umat belum merdeka dari kemiskinan, keterbelakangan, dan sebagainya. Untuk terbebas dari semua itu, agar umat Islam maju, satu-satunya jalan adalah kembali kepada ajaran Islam, kembali kepada Al-Quran. Demikian dikemukakan Direktur Pasca Sarjana UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Afi Muhammad, dalam khotbah jumatnya di Masjid Pusdai Jabar, Jumat (22/8).

Afif mengemukakan ungkapan populer Amir Syakib Arselan, pemikir Islam asal Syiria, dalam bukunya berjudul Limadza Ta’akhkhara al-Muslimun wa Taqaddama Ghairuhum (Mengapa Dunia Islam Mundur dan Barat Maju?). Dikemukakan Syekh Arselan, umat Islam mengalami kemunduran karena meninggalkan ajaran agamanya yang terkandung dalam kitab sucinya, Al-Quranul Karim. Sedangkan umat orang Barat (non-Muslim) maju justru karena mereka meninggakan agamanya. “Sama-sama meninggalkan agama, tapi mengapa akibatnya berbeda?” ujar Afif retoris.

Dipaparkan, adanya akibat yang berbeda itu karena Islam adalah ajaran yang benar dan sempurna. Sedangkan agama orang Barat kacau-balau dan membelenggu kreativitas dan rasionalitas mereka. Ketika orang Barat meninggalkan agamanya, mereka justru maju. Sedangkan ketika kaum Muslim meninggalkan agamanya, mereka justru mengalami kemunduran, seperti kebodohan, ketidakdisiplinan, terjangkit bid’ah, khurafat, tahayul, dan sebagainya. “Oleh karena itu, dalam mimbar ini, saya mengajak, mari kita kembali kepada ajaran agamanya kita, kembali kepada Islam,” serunya.

Syakib Arselan dalam sebuah tulisannya menyebutkan, umat Islam mundur, terbelakang karena meninggalkan agamanya dan orang kafir maju, juga karena meninggalkan agamanya. Jadi penyebabnya pada sama-sama meninggalkan agama, tetapi orang kafir justeru mengalami kemajuan. Kondisi ini mudah dipahami, karena ajaran agama mereka bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Sejarah telah membuktikan bagaimana para ilmuan mereka dibantai karena mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan doktrin gereja. Sehingga dengan meninggalkan doktrin gereja kemajuan peradaban dapat mereka capai. Sementara Islam tidak menghambat sama sekali perkembangan ilmu pengetahuan, hanya perlu dilandasi tauhid dan dikoridori oleh syariat Islam. Dengan komitmen keagamaan yang tinggi, umat Islam justru akan mencapai puncak kejayaan. Sebaliknya, dengan meninggalkan ajaran agama—di mana perkembangan dan perubahan zaman dapat diakomodir di dalamnya—umat Islam menjadi umat yang terbelakangan.

Afif dalam khotbahnya juga mengemukakan pernyataan Muhammad Abduh setelah kembali dari Paris, Prancis. Muhammad Abdu menyatakan, “Saya melihat Islam di Paris, tapi tidak ada Muslim. Saya melihat Muslim di Mesir, tapi tidak ada Islam.” Masyarakat Barat, menurut penilaian Abduh, menjalankan ajaran Islam, meskipun mereka bukan Muslim, karena mereka mengamalkan ajaran Islam, seperti terutama penggunaan akal secara secara maksimal untuk mengobservasi fenomena alam.

Menurut Afif, ajaran Islam memang banyak diamalkan orang lain, seperti soal kejujuran dan kedisipinan. Ia menilai orang lain memiliki moralitas ketimbang umat Islam. “Siapa yang lebih bermoral, orang Cina yang memberantas korupsi, atau orang Indonesia yang gemar korupsi? Siapa yang lebih bermoral, orang Inggris yang menepati janji, atau orang Indonesia yang suka mengingkari janji?” kata Afif retoris seraya kembali menegaskan pentingnya umat Islam untuk kembali kepada ajaran agamanya. “Orang Barat mengamalkan Islam tanpa label, seperti dituturkan Muhammad Abduh, sedangkan umat Islam mengedepankan label, nama, tanpa susbtansi,” katanya.

Afif menilai, umat Islam sudah terjangkit virus sekulerisme. MUI menyatakan sekulerisme haram, namun umat Islam justru mengamalkan sekulerisme itu, memisahkan urusan dunia dan akhirat, memisahkan masalah politik dari ajaran agamanya. (Mel).*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: