Menag Haramkan Petugas Haji Berbisnis di Tanah Suci

MENTERI Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengharamkan petugas haji untuk mencari tambahan penghasilan saat betugas melayani jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. “Kalau ada petugas haji yang mencari tambahan dengan menjual voucher atau tambahan lain, saya akan coret, ” katanya saat membuka pelatihan petugas haji PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (11/8) malam.

Di hadapan 836 petugas haji di Arab Saudi dari berbagai daerah se-Indonesia itu, Menag menyatakan pihaknya akan menaikkan honor petugas, karena itu pihaknya melarang untuk mencari tambahan. “Jangan sampai kadal Mesir juga dijual, karena itu saya harapkan untuk kosentrasi melayani jamaah haji secara profesional, ikhlas, dan bekerja sama dengan semua pihak untuk kebaikan bersama, ” tukasnya.

Sehubungan dengan keterbatasan perumahan haji akibat perluasan Masjidil Haram, Menag akan mempertimbangkan kembali untuk menambahkan jumlah kuota pada pelaksanaan ibadah haji 1429H. “Kita sudah lebih banyak dari pada ketentuan yang ada malu sama yang lain, nanti rumahnya di mana? Disatu sisi menuntu tambahan kuota, disisi lain memaki saya karena rumahnya yang jauh, ” ujarnya.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam pidato yang disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Dr I Nyoman Kandun mengingatkan, para petugas untuk menjaga nama baik bangsa dan negara di Tanah Suci. “Beri pelayanan yang baik dan ramah kepada jamaah haji, tanggalkan atribut selama menjadi petugas. Tak ada beda antara petugas kesehatan dan non-kesehatan, karena semuanya adalah pelayan. Sayyidul qaum qodimi, setiap pemimpin suatu kaum adalah pelayan, ” katanya.

Menurut dia, petugas haji pada hakekatnya adalah pelayan publik, karena itu hendaknya memberikan pelayanan yang prima. Seperti diakuinya, sampai saat ini masih ada jamaah haji yang kecewa dengan pelayanan para petugas haji. “Pelayanan masih kurang profesional. Kendalanya antara lain petugas yang membimbing masalah agama atau ibadah justru tak mengerti atau kendala bahasa,” katanya.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Dr I Nyoman Kandun mewakili Menkes Dr dr Siti Fadilah Supari menilai pelayanan kesehatan mengalami perbaikan dibanding tahun sebelumnya. “Indikasinya, angka kematian menurun 30 persen, terutama penyakit pernafasan dan pencernakan yang dialami mayoritas jamaah Indonesia yang sudah tua dan mudah kelelahan, ” pungkasnya. (eramuslim).*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: