Isu Hukum Syariah Guncang Inggris

JUMLAH umat Islam di Inggris diperkirakan “hanya” 1,5 juta orang. Namun, mereka punya harapan untuk melaksanakan Undang Undang Syari’ah Islam. Pelembar “bola panas” tentang peluang bagi kaum Muslim itu adalah Kepala Kehakiman Wilayah Inggris dan Wales, Lord Nicholas Phillips. Dalam pernyataannya yang dilansir beberapa koran Inggris, awal bulan lalu (4/7), ia menilai umat Islam di Inggris sebaiknya dapat tinggal di bawah UU Syariah.

Philips mengatakan, hukum Islam bisa diterapkan di Inggris Raya sebagai bagian dari sistem hukum di negeri itu. Phillips mendukung pernyataan Uskup Agung Canterbury, Rowan Williams, tentang sarannya bahwa aspek UU Syariah Islam sebaiknya diadopsi di Inggris. Menurut Philipis, hukum Syariah bisa diadopsi guna memutuskan perselisihan-perselisihan perkawinan dan keuangan di kalangan umat Islam.

“Hukum-hukum itu harus diakui. Tapi jika ada sanksi-sanksi yang tidak sejalan dengan persyaratan hukum mediasi yang disepakati, maka kasusnya harus diselesaikan berdasarkan hukum yang Inggris dan Wales,” ujar Phillips dalam pidatonya di East London Muslim Centre.
Meski demikian, Philips tetap tidak menyetujui hukuman cambuk dan rajam sebagaimana yang ada dalam Islam diberlakukan di Inggris dan Wales. “Sejauh ini, berdasarkan hukum yang berlaku, mereka yang tinggal di negeri ini diatur oleh hukum Inggris dan Wales dan harus mematuhi juridiksi pengadilan di Inggris dan Wales,” jelas Phillips.

Kalangan Muslim Inggris sendiri — diperkirakan mencapai sekitar 1, 6 juta jiwa– menyetujui jika hukum Islam jadi diadopsi di negara itu, sebagaimana diusulkan Lord Nicholas Phillips. Seorang pengacara dan Pimpinan Dewan Arbitrase Muslim, Syekh Faiz Siddiqi, mengatakan, para kritikus yang menolak hukum Islam di Inggris mesti menyetujui usulan mengadopsi hukum Islam sebagai bentuk pemecahan perselisihan di negeri itu.

Senada dengan Faiz, Pemimpin Hakim Arbitrasi Muslim, Shamim Qureshi, juga mengatakan, aplikasi hukum Islam bisa bermanfaat dalam penyelesaian perselisihan pernikahan. Qureshi adalah hakim di pengadilan Wolverhampton. Ia termasuk sedikit Muslim yang bisa menjadi hakim di Inggris.

Pengadilan Arbitrase Muslim dibentuk tahun lalu, guna menawarkan resolusi alternatif perselisihan keluarga dan masalah berkaitan dengan waris Pengadilan Arbitrasi Muslim, yang didirikan tahun yang lalu, menawarkan pemecahan alternatif perselisihan keluarga, perkawinan paksa, dan perselisihan tentang utang, hal komersial, dan warisan. (islamonline.net/hidayatullah.com).*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: