Gubernur Jabar Jadi Khotib di Masjid Pusdai

GUBERNUR Jawa Barat H. Ahmad Heryawan bertindak sebagai khotib dan imam Sholat Jumat di Masjid Pusdai, Jumat (25/7). Jamaah masjid yang hampir semuanya warga Jabar merasa bangga memiliki pemimpin yang juga seorang ustadz sehingga memiliki kompetensi sebagai khotib.

Muncul optimisme bahwa pemerintahan Provinsi Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Heryawan akan bersih dari korupsi, atau terwujudnya pemerintahan yang bersih (clean government). Optimisme itu didasari materi khotbah yang disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Umat Islam (PUI) ini. Setidaknya, itulah tekad gubernur selama memimpin Jabar.

Dalam khotbahnya, Heryawan mengemukakan tentang pentingnya iman, takwa, dan dzikir kepada Allah. Dzikir kepada Allah, menurut Heryawan, akan membuat kita senantiasa bersikap jujur, karena sadar akan pengawasan Allah SWT.

Heryawan kemudian mengemukakan kisah populer yang diriwayatkan Abdullah bin Dinar tentang perjalanannya bersama Khalifah Umar bin Khattab. Abdullah mengatakan, “Saya bersama Umar bin Khattab pergi ke Makkah dan beristirahat di suatu tempat. Lalu terlihatlah anak gembala dengan membawa banyak gembalaannya turun dari gunung dan berjumpa dengan kami. Umar bin Khattab berkata, “Hai penggembala, juallah seekor kambingmu itu kepadaku!”

Anak kecil penggembala itu menjawab, “Aku bukan pemilik kambing ini, aku hanya seorang budaknya.” Umar menguji anak itu, “Katakanlah kepada tuanmu bahwa salah seekor kambingnya dimakan srigala.” Anak itu termenung, lalu menatap wajah Umar dan berkata, “Fa’ainallah?” (Maka di manakah Allah).

Mendengar kata-kata yang terlontar dari anak kecil ini, menangislah Umar. Kemudian beliau mengajak budak itu kepada tuannya kemudian memerdekakannya. Beliau berkata pada anak itu, “Kalimat yang telah engkau ucapkan tadi telah membebebaskanmu di dunia ini, aku harap kalimat-kalimat tersebut juga akan membebaskanmu kelak di akhirat.”

Menurut Heryawan, sikap penggembala kambing itu, yang senantiasa dzikir atau menyadari pengawasan Allah, merupakan refleksi iman dan takwa. Jika sebuah masyarakat negara atau kota memiliki sikap seperti penggembala itu, menurut Heryawan, maka negara atau kota itu akan penuh berkah, makmur, dan sejahtera. “Kita harus pupuk sikap seperti itu dalam diri kita, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita,” tegasnya.

Heryawan kemudian menyitir ayat Al-Quran yang berisi jaminan Allah SWT bagi masyarakat yang beriman dan bertakwa:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). (Mel/KIK).*

5 Tanggapan

  1. Seumur-umur, saya baru mendengar khutbah jumat bikin cenghar terus. Awalnya sih karena penasaran gimana seorang gubernur khutbah.. Eee ternyata berbobot, sarat pelajaran, sistematis, & bener2 negarawan. ya mudah2an bs dipraktekan selama beliau memimpin warga jawabarat, dan tetep amanah.. aamiin

  2. Kalau yang khotib seorang Gubernur memang sangat langka. Tapi Gubernur Jabar kan Kader PKS maka itu biasa saja. Kader PKS sdh biasa khotib. mudah-mudahan di daerah2 lainnya kader PKS bisa menjadi pemimpin. Dan itu cerminan bahwa islam di indonesia akan bangkit kembali. Amin

  3. Mau gubernur kek..mau walikota kek…pokoknya yang ngaku umat Islam harus bisa dakwah..
    meski sedikit, meski satu ayat, meski secuil, tapi asal ada nilainya dihadapan Allah SWT, ya itu harus dong…

  4. —-Bismillaah—-walaupun baru muncul di sini, tetapi tidak ada kata terlambat. 1) Ummat Islam wajib belajar seumur hidup dan yang diutamakan belajar tauhid, belajar ibadah yang nyunnah, dan belajar membaca Al-Qur’an apalagi memahami isi kandungannya. 2) Jika tiga komponen pelajaran tadi dimiliki, maka mau menekuni bidang apa pun, “SILAHKEN!” 3) Wanita [apalagi muslimah] sejatinya kembali ke pangkuan suami dan anak-anaknya, sehingga menjadi guru teladan dan pendidik di rumahnya, bukan malah lari ke panggung politik, apalagi nekad menjadi pejabat publik dan pejabat politik. 4) Logikanya sederhana sekali, apabila ummat Islam tidak benar tauhidnya, ibadahnya tidak sesuai Al-Sunnah, dan tidak mampu membaca apalagi tidak mampu memahami Al-Qur’an, ya….itulah mungkin termasuk aku-aku angga….5) Tapi, kita harus bangga menjadi mukmin dan muslim apalagi jika sampai derajat muhsin,…..walillaahil hamd.

  5. —Ka marana wae ieu teh…..? Meni sararepi….? Sibuk panginten nya di tempat padamelan sewang-sewangan….Prung ah geura didaramel luyu jeung kaahlian sewang-sewangan….niatan weh karana Allooh….insyaa allooh janten ibadah,…, aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: