Obama : Kartun New Yorker Menghina Umat Islam

Setelah melihat cover majalah The New Yorker, kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama akhirnya buka suara. Ia menyebut kartun yang menggambarkan Obama dan isterinya itu sebagai sebagai “hinaan terhadap umat Islam”. Ia mengungkapkan pernyataan itu dalam acara Larry King di CNN. Meski demikian Obama mengaku, ia sama sekali tidak terganggu dengan kartun tersebut.

“Anda tahu, ada warga Muslim di seluruh Amerika yang melakukan hal-hal yang hebat. Dan kartun ini digunakan sebagai semacam penghinaan, atau untuk menimbulkan kecurigaan tentang saya. Saya menyayangkan hal ini, ” kata Obama dalam acara tersebut. Ia juga menyalahkan dirinya sendiri yang menurutnya, tidak cukup tegas dalam menanggapi konsepsi-konsepsi yang salah tentang dirinya, termasuk keyakinan yang salah di kalangan rakyat AS bahwa ia seorang Muslim.

Obama mengatakan, dalam upaya melakukan sindiran terhadap sesuatu hal, setiap orang bisa saha memunculkan pencitraan yang salah tentang dirinya. “Tapi, Anda tahu, itu adalah penilaian mereka. Dan seperti yang saya bilang, ini cuma kartun, rakyat Amerika tidak akan membuang waktu untuk memikirkan masalah ini, ” tukas Obama.

Sedangkan tim kampanye Barack Obama marah besar melihat cover majalah The New Yorker berupa gambar kartun Obama yang mengenakan baju Muslim dan isterinya yang digambarkan menyandang senjata Kalashnikov itu.

Dalam kartun yang digambar oleh Barry Blitt, Obama dan isterinya terlihat sedang berdiri di Ruang Oval Gedung Putih. Di perapian terlihat bendera Amerika yang sedang terbakar, dan di atasnya terpampang foto pimpinan Al-Qaidah, Usamah bin Ladin. Majalah mingguan The New Yorker memberi judul covernya “The Politic of Fear.”

Juru Bicara tim kampanye Obama, Bill Burton, menyatakan, pihaknya tidak bisa menerima alasan yang dikemukakan The New Yorker bahwa kartun itu justru kritikan terhadap pesaing Obama yang mengaitkan Obama dengan Islam dan Muslim. “Kebanyakan pembaca akan melihat kartun itu sebagai sebuah serangan dan tidak berseni, ” tukas Burton.

Namun pesaing Obama, John McCain, lewat juru bicaranya, Tucker Bounds, ikut membela Obama dan mengecam kartun tersebut. “Kami setuju dengan tim kampanye Obama bahwa kartun itu tidak berseni dan merupakan serangan, ” kata Bounds. Editor The New Yorker David Remnick menampik tudingan itu. Ia mengatakan, cover majalahnya yang bertajuk “The Politic of Fear” adalah kombinasi dari beberapa gambar yang fantastis tentang Obama dan untuk menunjukkan adanya distorsi yang disampaikan para pesaing Obama.

“Satir adalah bagian dari apa yang kami lakukan, untuk membuka semua hal ke permukaan, memberikan cermin atas prasangka-prasangka buruk, kebencian dan absurditas. Inilah yang menjadi semangat dari sampul majalah ini, ” jelas Remnick. Pembuat kartun tersebut, Barry Blitt, juga membela diri bahwa kartun itu justru untuk membantu Obama. “Saya pikir, ide bahwa Obama dicap sebagai orang yang tidak patriotik apalagi sebagai teroris dalam hal-hal tertentu sangat tidak masuk akal, ” kata Blitt. (al-araby/aljazeera/eramuslim).*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: