Dinas ke Tasikmalaya, Boleh Sholat Jama’?

Saya mau tanya, adakah keringanan bagi musafir (safar) jika dia menikah? Makasih. 081394996xxx
Pernikahan dalam posisi safar tidak ada rukhsah (keringanan), baik dari syarat maupun rukun, dalam pelaksanaan pernikahan. Wallahu a’lam.

Mau tanya, apakah boleh jika sedang berwudhu berbicara atau ngobrol? 08586035xxx

Berbicara pada saat berwudhu hukumnya mubah. Menurut para ulama, mubah yaitu perbuatan yang jika dilakukan tidak mendapat pahala, tetapi juga tidak berdosa. Jadi, apabila berbicara saat wudhu, maka secara syar’i tidak membatalkan sah wudhunya, tetapi bisa mempengaruhi kesempurnaan prosesi wudhu.

Berapa lama puasa Nabi Daud dilaksanakan? trima kasih 08128312xxx

Puasa Nabi Daud a.s. lebih utama dari pada puasa-puasa sunah lainnya. Hal ini dijelaskan Rasulullah Saw dalam hadis shahih yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Umar bin Khattab “Puasa Sunah yang terbaik ialah puasa yang dilakukan Nabi Daud, sehari Ia berpuasa dan lainnya tidak.”. Puasa Nabi Daud boleh dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang dilarang, yaitu hari raya Idul fitri, Idul Adha, dan hari tasyrik. Selain itu hari di mana tidak mengkhawatirkan timbulnya bahaya dan tidak terbebaninya sesuatu hak.

Tolong jelaskan surat Al-Anbiya ayat 89?

Allah menjelaskan dalam surat Al-Anbiya ayat 89, bahwa Nabi Zakaria menghadapkan diri pada Tuhannya ketika dia menderita kesendirian. Dia menginginkan anak yang menghibur hatinya, memperkuatnya dalam urusan agama dan dunianya, serta mendudukannya setelah ia meninggal dunia. Dia berdoa kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan pengakuan: “Ya allah janganlah Engkau biarkan aku sendirian tanpa anak dan pewaris yang akan menggantikan aku di dalam berdakwah”. Maka Allah pun mengabulkan permohonannya dalam penjelasan ayat berikutnya. Q.S. Al-Anbiya ayat 90. Pada akhirnya Nabi Zakaria memperoleh anak, lahir dari seorang ibu yang keadaanya sangat “aneh” dan menakjubkan, yaitu seorang ibu yang sudah tua dan mandul.*

Pa Ustadz, apakah shalat wajib dalam sehari semalam harus selalu 17 rakaat? Makasih atas jawabannya 02291925xxx

Tidak ada keterangan yang mengharuskan shalat wajib sehari semalam (5 waktu) dengan jumlah selalu 17 rakaat. Hal ini dikarenakan adanya syariat shalat Jumat dan Jama’ Qoshor bagi orang yang sedang dalam perjalanan (safar) atau sedang sakit, dimana akan mengurangi jumlah rakaat tersebut. Jadi yang lebih utama bukan dalam jumlah rakaatnya, tetapi harus terpenuhi shalat wajib 5 waktu, yaitu shubuh, dhuhur, ashar, maghrib, dan isya. Waallahu a’lam.*

Saya di Bandung. Satu bulan sekali dinas ke Tasik, apa boleh selama 1-2 hari di sana, saya shalat jama qoshor? Trims. Wassalamualaikum. 08112201xxx

Safar merupakan suatu perjalanan dengan jarak dan tujuan tertentu yang memberi pengaruh terhadap ketentuan suatu hukum. Safar adalah salah satu penghalang (mani’) yang terjadi dengan perbuatan sendiri (kasbiyyah). Safar tidak menghilangkan atau mengurangi kecakapan bertindak seseorang, tetapi mempunyai pengaruh terhadap ketentuan hukum suatu ibadah dari yang berat (‘azimah) kepada yang ringan (rukhsah). Allah berfirman: “Apabila kamu mengadakan perjalanan diatas bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qashar shalat (mu)….” (QS. 4:101).

Namun ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama (madzahib fiqh) mengenai jarak dan waktu safar. Berbagai pendapat mengenai jarak tempuh yang masuk dalam katagori safar, di antaranya seperti sejarah dalam hadis,”Ibnu Umar dan Ibnu Abbas menashar dan berbuka dalam perjalan sejauh 4 barid (yaitu 16 farsakh)” (HR Bukhori). Menurut perhitungan kebanyakan ulama, 16 farsakh itu sama dengan 88.703 meter. Dibulatkan menjadi 89 km. Atau perjalanan dengan jarak tempuh selama satu hari, dua hari dua malam dengan jalan kaki.

Kemudian mengenai waktupun adanya perbedaan pendapat, batas safarnya 3 hari, 4 hari, sampai dengan 15 hari, atau selamanya seperti pasien yang sedang berobat di luar negeri, maka dikenakan rukhsah dan sebagainya. Seperti yang dialami saudara, kalau Anda berdomisili di Bandung dan melakukan perjalanan ke Tasik, maka jarak tersebut merupakan jarah yang masuk dalam katagori jarak tempuh safar atau lebih dari 89 km. Dan adapun waktunya, dua hari selama anda tugas (bekerja) merupakan waktu yang Anda bisa melakukan rukhsah dengan salah satunya dengan men-jama qashar shalat.

Safar yang memenuhi persyaratan di atas dapat mempengaruhi ketentuan hukum sebagai berikut: hukum shalat yaitu dengan men-jama dan qashar shalat; hukum puasa yaitu boleh berbuka kemudian meng-qadha di bulan yang lain; dan hukum Thaharah (bersuci) yaitu dengan tayamum.*

[Konsultasi Islam via SMS : 081320746635. Konsultan: Tim Asatidz Pusdai. Dimuat di Buletin USWAH Pusdai Jabar yang terbit tiap Jumat].*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: