DAKWAH DENGAN PENA, KENAPA TIDAK?

KALAU selama ini para ulama maupun tokoh agama dalam berdakwah lebih banyak dilakukan dengan ceramah, khotbah, penulis buku ini –Asep Syamsul M. Romli alias Kang Romel–mengenalkan cara lain, yakni melalui jurnalistik. Sehingga sesuai isinya, buku ini diberi judul “Jurnalistik Dakwah: Visi dan Misi Dakwah Bil Qalam”.

Kendati banyak cara dalam berdakwah, tanpa peran media untuk menyebarluaskannya, dakwah itu hanya terbatas pada orang-orang yang menjadi pesertanya. Kini, dengan adanya media massa sebagai alat untuk menyebarluaskannya, dakwah yang semula hanya disampaikan di sebuah mesjid, misalnya kemudian dimuat di koran, akhirnya bisa menyebar dibaca orang banyak.

Penulis buku ini mengingatkan betapa pentingnya peranan jurnalistik untuk berdakwah. Menurut penulisnya, dalam berdakwah selain bisa melalui koran, buletin, buku-buku, belakangan ini juga bisa dilakukan melalui internet dan media seluler. Jadi betapa pentingnya membuka wawasan kita tentang cara-cara berdakwah.

Oleh karena itu, amat disayangkan apabila media-media yang telah ada itu tak dimanfaatkan. Yang kita sayangkan pula, tak semua orang menguasai cara seperti dikenalkan penulis buku ini. tak semua orang terampil menulis. Di samping juga keterbatasan masyarakat dalam mengaksesnya, seperti tak semua orang mampu membeli buku, komputer, dsb.

Dalam Alqur’an, bahkan ayat yang pertama kali turun menekankan betapa pentingnya pena atau kalam. Dan dalam buku ini mengenalkan pembaca tentang urgensi dakwah bil qalam (DBQ), yang diistilahkan pula dakwah bil kitabah.

Qalam/kalam atau pena merupakan alat, dan menggunakan alat itu bisa dipakai untuk menginformasikan segala yang ingin disampaikan kepada umat.

Ingin tahu rahasia DBQ? Baca buku ini, karena di dalamnya memuat masalah jurnalistik islami, kiat menulis artikel dakwah, kiat menulis berita dakwah, kiat membuat buletin mesjid sebagai bagian DBQ, juga kiat mengirimkannya ke media massa. (www.rosda.co.id).*

Satu Tanggapan

  1. Napoleon pernah bilang, saya lebih takut pada ujung pena ketimbang ujung bayonet. Ini bukti kekuatan sebuah pena.
    Gagasan ini memang bagus dan layak dijadikan acuan para pegiat dakwah.
    Selamat berdakwah………. :P

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: